edan
[ Jum'at, 15 Mei 2009 ]
-
Kakek Cabuli Cucu
BLITAR – Kasus kekerasan seksual anak di bawah umur kembali terulang. Kemarin giliran, seorang kakek di Desa Wates, Kecamatan Wates tega mencabuli cucunya sendiri dengan memasukkan jari ke alat vital korban.
Kakek bejat adalah Marni alias Mbah Nur. Pria berusia 70 tahun ini mencabuli cucunya sendiri, Mekar (samaran,Red), 5, lantaran sudah bertahun-tahun tidak mendapat jatah batin dari istrinya. Kelakukan bejat pelaku ini tak hanya sekali. Pria bau tanah terus mengulangi perbuatannya lagi tak lama setelah kejadian pertama berhasil.
Kasusnya kini ditangani aparat Polres Blitar. Sementara pelaku ditahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Masih diselidiki lebih lanjut,” kata Kasatreskrim Polres Blitar AKP Mustofa.
Kasus pencabulan terkuak ketika korban mengeluh kepada orang tuanya. Jika hendak buang air kecil, terasa perih di daerah vitalnya. Tak jarang, Mekar harus menangis. Curiga dengan gelagat tak beres, korban diminta terus terang. Keluhan perih di daerah vital akibat ulah kakeknya sendiri. Yakni dengan memasukkan jari kelingking ke alat vital korban. Tak terima, saat itu juga korban mengadu ke kantor polisi dengan tuduhan melakukan pencabulan di bawah umur. Pelaku ditangkap di rumah tanpa banyak melakukan perlawanan.
Di hadapan polisi, pelaku menuturkan jika aksi pencabulan dilakukan pada Selasa (12/5) sekitar pukul 12.00. Saat korban tengah asyik duduk nonton televisi di rumah pelaku. Beberapa hari ini, korban yang masih duduk di bangku TK itu memang menghabiskan liburan di kampung. Entah apa yang menjadi penyebab, tiba-tiba korban diminta untuk telentang. Kejadian itu berlanjut dengan membuka celana korban. Saat itulah, tanpa merasa dosa sama sekali, pelaku memasukkan jarinya ke alat kelamin korban. Perlakuan mendadak itupun kontan membuat korban teriak. Tetapi belum sempat berteriak, korban diiming-imingi dibelikan jajan serta anting-anting baru. (ziz/cam)
- Lagi, Siswi SMP Dicabuli Tetangga
LAMONGAN – Kasus asusila kembali terjadi di Lamongan. Kali ini, korbannya Mawar (bukan nama sebenarnya), 14, warga salah satu desa di Kecamatan Sekaran. Kemarin (15/5), orang tua Mawar melaporkan Agung Suparyitno, 17, tetangganya sendiri, yang diduga sebagai pelaku pencabulan.Keterangan yang diperoleh wartawan koran ini dari petugas di Mapolres Lamongan menyebutkan, pencabulan terhadap Mawar dilakukan tiga kali. Awalnya, pertengahan Februari lalu. Sekitar pukul 21.00, korban mengadakan janjian bertemu dengan pelaku di salah satu jalan di pinggir telaga desa setempat. Setelah bertemu, dua sejoli itu saling bercumbu.
Namun, perbuatan dua insan berbeda jenis itu akhirnya kelewat batas. Kejadian serupa diulangi dua bulan berikutnya. Kali ini, pencabulan dilakukan di rumah Agung Fanany, teman pelaku yang juga warga desa setempat. Mawar diajak masuk kamar dan kamar itu dikunci dari dalam. Selanjutnya, keduanya berbuat layaknya hubungan suami istri.
Perbuatan melanggar norma itu diulangi lagi 7 Mei lalu. Kali ini, korban disetubuhi di warung Agung. ”Karena itu teman pelaku juga kami mintai keterangan sebagai saksi atas kejadian ini,” ujar Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Sutopo.
Mawar yang tercatat sebagai siswi kelas dua SMP itu sudah dimintai keterangan petugas. Kepada polisi, dia menyatakan mau disetubuhi pelaku karena dijanjikan hendak dinikahi. Awalnya, hubungan kelewat batas itu tak diketahui orang tua Mawar.
Namun, kabar dari mulut ke mulut warga desa setempat tentang perbuatan asusila Mawar dan pelaku itu membuat orang tuanya bertanya. Mawar pun akhirnya mengaku pernah disetubuhi pelaku. Karena merasa tidak terima, orang tua Mawar melaporkan kasus itu ke mapolsek setempat.
”Kita akan proses kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pelaku kini ditahan, dan dia dijerat UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,” ujar Sutopo. (idi)
- Guru Sodomi Belasan Murid
Liputan6.com, Muaro Jambi: Bejat. Seorang guru di Kecamatan Sekernan, Muaro Jambi mensodomi belasan anak didiknya. Sang guru mesum mengancam murid korbannya tidak lulus ujian akhir. Namun ada cara untuk lulus yaitu belajar di rumah sang guru. Ketika itulah tersangka Nurdin Sitompul melakukan perbuatan bejat kepada anak didiknya. Sedikitnya ada 14 anak yang mengaku disodomi sang guru.
Perbuatan kotor tersangka Nurdin akhirnya terbongkar setelah sejumlah korban melapor ke orangtuanya. Para keluarga korban pun melaporkan kasus ini ke Kepolisian Sektor Sekernan. Polisi bergerak cepat menanggapi laporan korban. Sang guru langsung dibekuk dan dijebloskan ke tahanan. Kini kasus ini diselidiki aparat Kepolisian Muaro Jambi.(JUM/Suhatman Pisang dan Jumadi Sabar)
- Kepergok, Dua Sejoli Dipaksa Mengulangi Adegan Mesum
Liputan6.com, Makassar: Aksi main hakim sendiri nyaris dilakukan sejumlah warga Tello Baru, Makassar, Sulawesi Selatan, belum lama ini. Warga memaksa sepasang kekasih yang diduga berbuat mesum di sebuah rumah kontrakan untuk melakukan adegan ulang perbuatan mereka.
RN dan Pur digiring kembali ke rumah kontrakan mereka di Jalan Urip Sumoharjo. Kedua muda-mudi dipaksa mengulangi perbuatan mereka di hadapan warga. Meski RN menangis, warga tetap memaksa seakan tidak peduli.
Beruntung polisi datang sebelum aksi main hakim sendiri itu semakin jauh. Warga mengaku aksi ini dilakukan untuk membuat jera kedua kekasih itu. Perbuatan asusila sepasang kekasih itu telah melanggar norma agama dan hukum.(TOZ/Zainuddin dan Joel Bakri)
- 11/05/2009 11:18 – Kasus Asusila
Berbuat Mesum, Oknum Polisi Dihakimi Warga
Liputan6.com, Lumajang: Seorang oknum anggota Kepolisian Resor Lumajang menjadi bulan-bulanan warga karena tertangkap basah sedang berbuat mesum di kediaman seorang warga di Desa Tamanayu, Lumajang, Jawa Timur, Senin (11/5). Beberapa polisi yang berniat mengamankan rekannya tidak mampu menghalau massa yang sudah beringas. Akibatnya, oknum polisi mesum itu babak belur.
Kemarahan warga juga nyaris dilampiaskan dengan merusak mobil polisi. Oknum polisi bernama Aipda Totok Subekti itu digrebeg saat sedang bercinta dengan siswi Sekolah Menengah Atas Pronojiwo. Kepala Polres Lumajang Ajun Komisaris Besar Polisi Dedy Prasetyo membenarkan kalau anggotanya telah berbuat asusila. Dedy akan menindak tegas anggotanya.(UPI/Agus Ainul Yakin)


PAGE :


edun…
Wah benar2 edan tu kakek tapi mnrt w sih lebih edan lagi jika mencabuli kamu he he ya ga
walah walah
emang iye yeeh zzaman sekarang udah eddddan beneran.
Apakah ini tanda2 hari kiamat???
edan…..edam….edan….
kiamat bner2 dah deket….. tobat……
Weleh-weleh…